Posts tagged Renungan

Agar Menjadi Bahan Renungan, Terutama untuk Para Akhwat…

Copas dari teman.
Semoga bermanfaat..

Dari Sahabatku yg istiqamah di jalan dakwah: Kang Alfan

Sebelumnya ane minta maaf kepada para pembaca, ini adalah kisah nyata dari Saudaraku. Semoga kita (terutama Akhwat) bisa mengambil faedah dan ibrah-nya, amiin yaa Robbal ‘alamiin. Ini kisah untuk orang yang sabar, hobby membaca, dan selalu mencari kebenaran dan ridho Ilahi.. Bagi yang ingin baca, ya bacalah dengan ikhlas tanpa melihat teks keseluruhan.. Tapi kita chatline essensi dari cerita ini. Bagi yang malas membaca… Jangan dipaksa dari pada umur anda berkurang nantinya.

Beliau bercerita . . . . .

*
**
*** Ini ceritaku tentang adikku Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun agak bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya agak mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji. Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran-pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang agak keras “Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya nggak beda ama kita, malah teman-teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om-om, sering jalan-jalan, masih mending Ani, walaupun begini gini Ani nggak pernah mo kaya gituan” bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis, lirih terdengar doanya “Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau”.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil-kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas-desus mengenai istri dari Abu khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku “kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli?”. Terus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau, datangi aja langsung rumahnya”. Eehhh… tuh anak benar-benar datang kerumahnya. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi.. Entah apa yang terjadi…?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk di buatkan jilbab, yang panjang lagi.. Rok panjang, baju lengan panjang… Aku sendiri jadi bingung… Aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib… Yah kubilang ajaib karena dia berubah total… Tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman-teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan… Kulihat dia banyak merenung, banyak baca-baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kayak gadis atau femina ganti jadi majalah-majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku… Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunahnya… Dan yang lebih menakjubkan lagi… Bila teman ku datang dia menundukkan pandangan… Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku…

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak KALTEX. Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggilku untuk pulang ke rumah (rumahku di madiun). Di pesawat tak henti-hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku diberi kesembuhan, namun aku hanya berusaha… Ketika aku tiba di rumah… Di depan pintu sudah banyak orang.. Tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah… Kulihat ibuku menangis.. Aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku… Sambil tersendat-sendat ibuku bilang sama aku “Dhi, adikkmu bisa ucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya…”, tak dapat kutahan air mata ini…

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat diary diatas mejanya… Diary yang selalu dia tulis, diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar… Hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul dihatiku… Perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri… Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku…

Isinya seperti ini :
-Tanya jawab (kulihat dilembaran itu banyak bekas airmata)-
Annisa: aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari)… ibu… wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku: Alhamdulillah …sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa: tapi ibu kan udah punya anak enam …tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku: Subhanallah… sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak… siapakah yang bisa menolaknya..

Annisa: Ibu… selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku… namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam-macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab… hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab… menurut ibu bagaimana?!?

Istri tetanggaku: duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki,segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita…

Annisa: tapi yang kulihat banyak wanita jilbab yang kelakuannya nggak enak…

Istri Tetanggaku: Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa: apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku: Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin, hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, hijab lidah kamu dari berghibah dan kesia-siaan… usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT, hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, hijab hidungmu dari mencium-cium segala yang berbau busuk, hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh,hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu, hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu… itulah hakekat jilbab.

Annisa: ibu… aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab… mudah-mudahan aku bisa pakai jilbab… namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya???

Istri tetanggaku: Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab itu lah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT… Duhai nisa,,, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. ketika ditiup terompet yang kedua kali… pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita, ketika seluruh nabi ketakutan, ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing-masing hanya memperdulikan nasib dirinya,dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa-rupa bentuk manusia bermacam-macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan,bada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis… menangis karena hari itu Allah SWT murka… belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu… hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Hisab… Duhai Annisa,,, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung. Allah SWT…

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya… Subhanallah … kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan : kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya buta, tuli dan bisu… wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia.

Tak tahan airmata ini pun jatuh… semoga Allah SWT menerima Adikku disisinya… Amiin Subhanallah … aku harap cerita ini bisa menjadi ikhtibar bagi kita semua…

Dari:

Kakak yang mencintai

Leave a comment »

Big Girl

Just wanna share that today my illnesses are having their climax.
I found myself like a little girl, struggle for keeping this hurt alone.
I saw myself with nobody, start whispering on names, once screaming.
It was hard to accept that I’m all alone, with unwell things around.
I swear you don’t even want to feel the same. Ever.

But this kind of condition which making me strong.
I ever had an experience like this, but it was just more horrible.
And it did learn me something, about being stronger.
Like Fergie said, Big girls don’t cry..
Since that time, I try not to cry, ’cause I’m a big girl instead.
And beautifully now, I’m not crying. :)

When I caught in this situation, I realize I may pass this.
After some wise words from my friends of course, I know I have to.
I begin to see again, that life is not always happy.
Because there’s no happiness without sadness, isn’t it?
Remember wiseman said, “When everything goes your way, you’re in a wrong lane”.

So let’s be strong more and more everyday.
You know that Allah SWT will never leave us.
My boarding-mother (sorry, don’t know what to call) was coming.
Realizing I’m not okay, she helped me right away.
Like an angel, I’m not trying to make it felt too much, but she was.
Then now I feel a little better. Even though I’m not healed totally.

He rules these, not for nothing. All He has done make sense.
Just loving every step you go grown, how you can’t be a kid anymore.
Until the time you full-grown,  you’ll see yourself a woman, not girl.
Who can depend ourselves to our own selves.
Who can make good decision in bad condition.

Leave a comment »

Why Me??

“Kenapa harus aku?”

Pernah mengatakan hal ini?
Jika ya, lanjut membaca. Jika tidak, lanjut membaca juga. (maksa)

Okay, ini note pertama yang Na tulis sendiri.
Kalo masih belepotan, kasih masukan yah.. =)

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Pernah liat ga orang yang masih sehat dalam arti kuat untuk beraktivitas, organ tubuh lengkap dan insyaALLAH bekerja dengan baik, tapiii, dia mengerjakan hal-hal remeh dan semua orang juga bisa ngelakuinnya..?
Gampangnya, yang sering banget kita lihat dan ada disekitar kita tuh contohnya: pengamen di simpang dago dan “hotspot-hotspot” lainnya untuk bermusik, atau ibu-ibu bahkan anak-anak yang berafiliasi sebagai peminta-minta di sekitar masjid Salman atau dimana pun lahan yang mereka anggap “basah”.
Afwan sedikit frontal, tapi itulah realita.

Dan entah kenapa, kalo ngelihat aa’-aa’ atau mas-mas atau bapak-bapak yang ngamen dengan tubuh yang sehat dan kuat itu, (yang apabila mereka melakukan sedikiiit saja usaha yang lebih besar, insyaALLAH dia akan mendapatkan hasil yang lebih) Na suka sebel sendiri. >,<
Apalagi yang cuma nggenjrang-nggenjreng gitar sambil nyanyi trus lirik-lirik penumpang ada yang ngerogoh saku, dompet, atau tas mereka apa ga. Itu sih sambil tidur juga banyak yang bisa..! (eerrrggghh….)

Apakah ini penilaian subyektif Na? Atau kalian juga memiliki pemikiran yang sama?
Tafadhol kalo beda, mangga berenti baca. (weits! jangan dongs.. kan ane becanda.. hhehe)
Ya, Na sebel banget ngeliat mereka.. saking sebelnya, Na hampir ga mau ngasi infaq kalo mereka yg ngamen.. Jahat ya? Gak apa apa kan berinfaq milih-milih? Boleh dongs.. =D (eh, boleh ga sih? =,=a)

Waktu itu Na lagi di angkot dan ada pengamen seperti yang udah Na ceritain tadi.
Nah, saat memikirkan kekeselan ini, alhamduliLLAH ada hikmah yang nyantol di otak Na..
Mungkin akibat kekeselan yang udah tingkat tinggi, automatically membuat Na memuhasabahi (mengevaluasi – red) diri sendiri..
Kebetulan saat itu Na lagi ditimpa beberapa musibah, diberi lumayan banyak amanah, dan diuber-uber ama deadline tugas yang ngefans berat ama Na dari dulu.. ckckck.. segitu banget ya si deadline.. =,=’

Seketika terlintas, “ALLAH sebel ga ya sama aku? Dia telah memberiku banyak kelebihan, nikmat yang limitnya mendekati tak hingga, tapi aku baru diberi ujian sekecil ini udah ngeluh.
Dan dengan kecepatan cahaya (ziingg), Q.S. 2:286 terrefleksi di benak, “ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” yang mulai menguatkan hati.

Kemudian aku membayangkan KALAU (catet ya, hal ini terjadi hanya dalam khayalan Na sendiri), ALLAH Yang Mahapenyayang itu sebel sama aku, seperti halnya aku sebel ngeliat orang-orang sehat yang jadi pengamen dan berkata,
ah si ratna ngeselin banget sih, baru kek gitu udah kayak diuji apaan aja. kan Aku udah janji di Al Baqarah ayat 286, ga bakal ngasi ujian yang melewati kemampuan seseorang, jadi sebenarnya dia tu kuat. tapi dianya aja yang cemen, dikit-dikit ngeluh, dikit-dikit hopeless, ngerasa Aku ga adil dan berkata ‘kenapa harus aku, yaa ALLAH? Why me??’. Aku milih dia tuh karena Aku tau seharusnya dia bisa, tapi dia kalah sama perasaannya sendiri.. dan melebih-lebihkan kesedihannya..

Aku pun tersentak, “Astaghfirullahal’adzim”..
Aku melihat pengamen tadi dari kaca spion angkot di dekatku, sudah selesai konser rupanya..
“Apa aku ga percaya sama ALLAH kalo Dia ga bakal ngasi ujian di luar kemampuanku? Ga, aku sangat percaya. Kalo gitu, berarti aku emang kuat, dan ga perlu acara sedih-sedihan mulu..”
Akhirnya aku mulai berpikir positif atas musibah-musibah yang menimpaku..
Tersungging senyum tipis yang kemudian melebar.. Senangnya. =)
Teringat amanah-amanah itu.. Wah, alhamduliLLAH mereka masih mau mempercayakan posisi ini kepadaku.. Perasaan menjadi lebih ringan..

Tak ada lagi beban berat, tak ada lagi kening yang berkerut..
Yang ada hanya senyum, dan semangat yang membara. (macam power ranger, kakak..)

SubhanaLLAH.. Hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang..

Pikiran-pikiran positif itupun berkembang dan membangkitkan semangat hidup kembali.
Kekuatan sugesti dan keyakinan, melahirkan sebuah kekuatan tersembunyi.
Kekuatan yang tidak kamu bayangkan pernah kamu miliki.
Yakinlah pada ALLAH, yakinlah pada kemampuan yang diberi-Nya.
Niscaya kesulitan sebesar apapun insyaALLAH akan terlewati.

kalo teteh Mariah Carey bilang,
and then a hero comes along
with the strength to carry on
and you’ll catch your fears aside
and you know you can survive
so when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you…

WHEN THERE IS A WILL, THERE ARE WAYS.
JUST BELIEVE IN YOURSELF.

Afwan kalau ada khilaf.
Yang benar datangnya dari ALLAH SWT.
Yang salah datangnya dari Ratna.
Semoga memberikan manfaat walau sedikit.

Wassalamu’alaykum wr wb.

Ratna Nataliani – 13308106

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.