Lirik Pagi

Menitik air itu dari tubuhnya
Bertahan hidup dengan segala kelemahan
Keindahannya menentramkan jiwa
Sang Pecinta t’lah memberi nyawa

Menantang surya, terhembus angin
Tak membuatnya goyah dan merintih
Tetap indah dengan lukanya
Walau lemah semakin lama

N’tah apa yang dia rasa
Mungkin berat baginya, juga bagiku
Janganlah kalah wahai nyawa
Tetaplah hidup, itu doaku

Akankah hilang kecintaan?
Ketika hilang keindahan?
Tak akan mati dalam hatiku
Nyawa itu dalam rasaku

Hiduplah, hiduplah, hiduplah

Walau hidup terus menunduk
Saat mati airmata menemani
Sang Pecinta takkan merajuk
Karna ia telah abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s