Hari Ibu

Kenapa sih ada hari Ibu? Dan setiap hari Ibu, semua status facebook, dan jejaring sosial lainnya berganti menjadi ucapan selamat atau ungkapan hati mereka atas kecintaan mereka dengan Ibunya. Berbagai puisi indah dituliskan, kisah-kisah mengharukan tentang ibu pun mudah kita temui. Kenapa? Apakah karena ini hari Ibu? Sebenarnya aku tidak ingin membicarakan tentang Ibu saja, tapi juga Ayah. Jadi, tulisan ini tidak hanya didedikasikan untuk hari Ibu, tapi juga hari Ayah.

Jujur aku adalah salah satu orang yang tidak ingat bahwa hari ini hari Ibu. Bahkan baru menanyakan kepada temanku, “tanggal berapa sih hari Ibu?” Aku jadi pengen tau, kenapa hal ini terjadi. Kenapa ungkapan kecintaan seperti ini harus heboh diungkapkan tanggal 22 Desember dan sekitarnya saja? Kenapa ga setiap hari? Minimal buat yang berada di perantauan, mungkin bisa seminggu sekali. Aku yakin masing-masing kita sangat mencintai Ibu kita. Dan aku juga tau banyak dari kita yang super sibuk. Tapi apakah harus sampai menyampaikan bahwa betapa kita mencintai Ibu adalah momen yang jarang terjadi?

Saat berada di majelis-majelis tertentu untuk muhasabah, seringkali kita diajak untuk membayangkan saat Ibu tidak ada. Saat itu berlinanganlah air mata, tak henti-hentinya menangis membayangkan keadaan tersebut. Tapi pernahkah terpikir saat beliau sudah lama tak ada? Terlebih lagi saat bekasnya tidak ada sedikitpun, bahkan dalam benakmu pun hampir tidak bisa kamu temui kenangan bersama wanita paling mengesankan sejagat raya itu. Saat kamu tak bisa lagi menemukan fotonya di atas meja, tak ada lagi pakaiannya, tak ada lagi masakan lezatnya, tak teringat lagi suara lembut atau suara tegasnya saat beliau menegurmu. Pernahkah?

Memang, saat engkau kehilangannya, momen itu terasa amat sangat menyedihkan. But life goes on. Hidup ini berlanjut, dan kita tidak bisa diam termangu dalam keadaan seperti apapun. Pasti ada sebuah titik dimana kalian bisa tegar dan melupakan bahwa ada sesuatu yang kurang dengan hidupmu. Lambat laun kesedihan itu akan hilang, dan biasanya muncul lagi ketika kamu berada dalam keadaan tertentu. Kasarnya, kamu sudah biasa hidup tanpa Ibu. Saat inilah dimana aku, atau beberapa dari kamu akan bingung apakah harus mengganti status facebook dan jejaring sosial lainnya dengan ucapan selamat hari ibu dan semacamnya. Bertanya-tanya pada diri sendiri, apa sih esensinya?

Aku tidak mengatakan bahwa kalian kurang perhatian dengan Ibu kalian, atau mengatakan bahwa mengucapkan selamat di hari Ibu itu tidak penting dan tidak esensial. Aku hanya sedang membandingkan perasaanmu dan perasaanku saat ini. Akhirnya aku tahu sesuatu, dan aku ingin memberitahumu sebuah rahasia. Rahasia yang baru kuungkapkan hari ini, di hari Ibu. Rahasia itu adalah : Bahwa pada suatu hari, saat kamu sudah terbiasa hidup tanpa Ibu, hal yang kamu inginkan hanyalah memiliki banyak hal yang bisa kamu ingat saat beliau masih ada. Hanya itu.

Dan saat inilah kawan, saat-saat yang paling berharga. Ketika kamu masih bisa bercanda dengannya, memegang tangannya, memandang lembut matanya, memeluk hangat tubuhnya, mencium pipinya, dan membuat banyak kenangan tak terhargakan dari yang kecil sampai yang besar. Lalu, apakah kamu hanya ingin memiliki kenangan-kenangan tak terhargakan itu setahun sekali? Apakah harus menunggu 22 Desember untuk mengumpulkan kenangan tak terhargakan itu? Kamu tau jawabannya.

The only thing you want to have, someday, is memory. Believe me.

Ratna Nataliani
22 Desember 2009 pkl. 11. 24 WIB
Di kamar, lagi belajar Probstat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s