Pejabat Menari, Rakyat Didzolimi

Senin, 28 Desember 2009. 150 mobil baru Toyota Royal Crown sudah bisa dilihat di parkiran-parkiran mobil anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan para pejabat negara lainnya. Menggantikan mobil Toyota Camry yang menjadi mobil dinas mereka saat menjabat di kabinet sebelumnya. Alasannya, waktu lima tahun membuat fungsi mobil tidak efisien. Fungsi yang mana nih, Pak? Fungsi performa mesin atau fungsi gengsi?

Siapa sih yang gak tau keadaan bangsa kita sekarang ini? Siapa sih yang gak tau kalo kehidupan masyarakat Indonesia masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan?? Siapa sih yang gak tau kalo rakyat kecil itu mau makan aja harus mengais-ngais sampah agar dapat sesuap nasi?? Dan sekarang, kita dikagetkan dengan tunggangan baru orang-orang yang KATANYA wakil rakyat itu yang pajaknya saja mencapai 62,805 Milyar IDR!!! Enak ya Pak pake mobil baru?

“Mensesneg mengatakan, penggantian mobil dinas itu dilakukan sesuai dengan program pemerintahan sebelumnya yang juga sudah disetujui DPR periode lalu. Pengadaan mobil ini dianggarkan dalam APBN 2009”, seperti yang dilansir Kompas 29 Desember 2009 kemarin. Saya jadi tidak yakin atas title-title sarjana, magister, terlebih lagi doktoral yang dimiliki para pejabat itu. Bahkan saya meragukan kalau akal mereka masih sehat. Mana ada orang yang akalnya sehat, ngeliat warga susah, kok malah memasukkan 150 mobil mewah ke anggaran pembelanjaan negara.

Lebih menyedihkan lagi untuk bapak-bapak atau ibu-ibu yang mengaku dirinya muslim. Apakah lupa di dalam agama kita diajarkan bahwa kita harus saling tolong-menolong? Bahkan hal seperti ini sudah ditanamkan sejak kita kanak-kanak. Masa’ harus kembali ke zaman bapak/ibu kalo fotoan warnanya masih hitam-putih? Jangan berlagak gak tau keadaan rakyat lah. Pura-pura bodoh nantinya bisa bodoh beneran, pak, bu..

Saya sebagai mahasiswa, sebagaimana bapak-bapak dan ibu-ibu dulu, manusia yang dianggap memiliki intelijensi lebih ketimbang yang lain, merasa sangat sedih sekaligus malu. Beginikah tingkah orang-orang cerdas pada negaranya sendiri? Sangat tidak berperikemanusiaan. Kejadian-kejadian seperti ini membuat saya semakin bingung. Apakah sebenarnya kalian orang-orang pintar yang berlagak bodoh? Atau malah orang-orang bodoh yang berlagak pintar?

Remember, your attitude talks louder than your mouth.

30 Desember 2009
18.04 WIB, Manga Cafe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s