Katakan Padaku, Ibu…

Dalam dadaku membuncah
Sebuah perasaan berkobar di jiwa
Semangat ini bangkitkan naluri
Pertanda ragaku belum mati

Menangis kau ibu pertiwi
Layaknya budak dimangsa majikan
Mengais kau pada tanah
Dimana mahkotamu diinjak-injak

Air muka pucat pasi
Tangan kendur mengelus dada
Anak-anakmu durhaka
Tapi demi Tuhan, bukan aku

Takkan aku mencakar wajahmu
Menelan titik air matamu
Demi hausku
Atau nafsuku

Kan kaulihat
Akulah pelepas belenggu
Memeluk mendamaikanmu
Dan mengobati memarmu, wahai ibu

Akulah pemuda negeri yang kau tunggu
Yang kebangkitannya kau cari
Ketika kau lelah tertatih
Hampir mati ditelan kesengsaraan

Kini jiwamu tak lagi meronta
Tak lagi gundah
Napasmu lega
Tanda kau bahagia

Ibu pertiwi…

Akulah jawaban doa-doamu
Yang akan membelamu
Memperjuangkan kesucianmu
Sampai lebur jasadku
Kala leher tercekik
Karena Izrail menarikku paksa dari ubun-ubun

Rinduku akan senyumanmu
Telah menguras air mataku
Bahkan mengeringkan keringatku
Tapi takkan sedikitpun menyurutkan langkahku

Kumohon ibu
Jangan menangis lagi

Jika suatu hari
Kau tersakiti
Atau terdzholimi
Katakan saja padaku…

4 Mei 2010, 11:34 PM

2 thoughts on “Katakan Padaku, Ibu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s