Kepanitiaan PLC 2010

23-24 Februari 2010
Adalah hari-hari dimana kami, para panitia kebanyakan memenuhi gedung Aula Timur untuk berusaha melayani seluruh peserta lomba dan pengunjung agar dapat mendapatkan pelayanan sebaik mungkin. Banyak hal yang kami lakukan, tentunya sesuai dengan bagian masing-masing. Sampai-sampai dua (ada yang tiga) hari berturut-turut harus izin tidak kuliah. Dan tidak sia-sia, banyak pihak yang memuji kerja baik dari kepanitiaan kami. Walau kami sadar betul masih banyak perbaikan yang harus kami lakukan. Malamnya, kami berberes, saya ingat malam itu yang paling stres adalah kadiv Logistik kami. Saya sangat appreciate dengan komitmennya mengerjakan dan bertanggungjawab atas tugas-tugas yang ia miliki. Yang pasti, esok hari kami pasti langsung akan disambut meriah oleh tugas-tugas da PR-PR. Haha, get real, man!

21-22 Februari 2010
Dua hari training untuk para peserta mengenai perihal yang akan dilombakan. Menghadapi ratusan orang dari berbagai penjuru negeri, sesaknya lorong faskom  lantai 2 gedung Labtek VI benar-benar amazing. Saya sangat kaget jumlah peserta jumlahnya mencapai sekitar dua kali lipat dari tahun lalu, yaitu 222 tim atau 444 peserta. Belum ditambah dosen-dosen pembimbing bersama mereka. Satu hal yang benar-benar membuatku sadar betapa aku perlu, bahkan sangat perlu belajar untuk memanage emosiku. Padahal Bu Rina sudah berkali-kali mengingatkan, “Mereka semua datang jauh-jauh. Entah capek, pusing, dan sebagainya. Tolong layani mereka dengan sangat baik.” Sayangnya, aku memang belum bisa mengontrol emosiku. Aku merasa sangat bersalah. Maaf ya, mungkin kalian tidak tahu, tapi aku sangat menyesal atas perbuatanku waktu itu.

Percayalah, malamnya kami berusaha menyiapkan yang terbaik untuk hari perlombaan kalian. Beberapa teman sampai harus menginap di Aula Timur. Angkut barang ini dan itu, pindah sini situ. Saat itu lagi-lagi saya belum memperbaiki kesalahan saya kemarin pagi. Manajemen emosi. Maaf untuk teman-teman yang mungkin merasa tidak nyaman dengan saya mengatakan sesuatu (ngotot), atau ucapan minta tolong saya seperti mandor yang nyuruh-nyuruh pekerjanya. Aku sangat menyadari bahwa aku harus memperbaikinya.

20 Februari 2010
Semalam ini kami berada di faskom. Bolak-balik lantai dua dan tiga, mengangkut, memasang dan menginstall semua PLC. Akibat meremehkan tidak menginstall semua PLC, karena memang mengistallnya saja mudah, sehingga pagi hari training kami kewalahan. Aku ingat, pagi itu hanya ada 4 orang bersamaku melawan arus empat ratus orang lebih. Virdha Sundus Rufaedah, Randy Hasbanel, M. Zhaka Ghazali, dan Ronny Junedi. Benar-benar shockwave pagi itu. Entah apa yang bisa satu orang lakukan melawan seratus orang. Cukup mengesankan, ya kawan!🙂

Beberapa hari sebelumnya
Rapat perdana Panitia PLC 2010, pukul 17.00 di ruang Multimedia lantai 2 Gedung Labtek VI. Saya tidak ingat waktu itu terlambat karena agenda apa, yang pasti saya tiba disana sekitar pukul 17.15. Melihat kursi sudah penuh, maka dengan isengnya saya duduk di depan audiens, di samping Pak Endra, Ketua Pelaksana PLC Competition yang sedang menjelaskan tentang acara yang akan kami garap. Berhubung saya paling dekat dengan papan tulis, oke, saya menjadi sekretaris bapak sore ini. Saya mencatat segala yang kami butuh rapatkan.

Hingga akhirnya penentuan para kepala divisi. Terpilihlah kadiv Kesekretariatan adalah Viny Veronika, kadiv Program adalah Novi Chosa, kadiv Workshop adalah Ronny Junedi, kadiv Pameran adalah Angga Hudaya, kadiv Logistik adalah M. Zhaka Ghazali, kadiv Publikasi adalah Nico Febrian, kadiv Dokumentasi adalah Gideon Giovanni, dan kadiv Konsumsi adalah M. Fahmi Rahmana.

“Hmm… Siapa nih ketuanya?” kata saya polos melihat ke arah audience.

“Ratnaaaaa…” they said.

Ngeeek?? What? Me? “Kenapa gue? Kan gue mau jadi MC.” Pembelaan yang cukup bodoh saya rasa.

Setelah beberapa detik menenangkan diri, akhirnya. “Ok.” Saya terima tantangan kalian.

Yah, jujur saja ini kepanitiaan acara nasional pertama yang saya pegang sebagai ketuanya. Ok, apapun yang terjadi, saya pasti bisa melakukannya. Memang, tidak sedikit masalah dan berbagai intervensi yang terjadi selama kepanitiaan. Tapi yang saya tahu, saya akan berusaha semampu saya, dan ini telah mengasah softskill kami, terutama diri saya sendiri. Banyak hal yang saya pelajari dan lakukan. Mempengaruhi orang lain, menyemangatinya, menegurnya, bahkan sampai memarahinya. Walau mungkin maksud saya bukan ingin memarahi. Dan satu hal yang saya dapatkan, berbagai kedekatan tertelurkan dari kepanitiaan ini. Mengingat ini kepanitiaan pertama di tahun 2010, dan ini acara besar. Sehinga angkatan kami makin solid.

22 Mei 2010
Gokana Teppan, Cihampelas Walk, 17.00 WIB.
Agenda: Pembubaran panitia PLC 2010.

Tepat 3 bulan masa-masa itu tersilam. Tapi entah mengapa aku sangat merasa bahwa kepanitiaan ini spesial. Bahkan saaangat spesial buatku. Mungkin karena ini kompetisi PLC ketiga yang kami adakan, dan untuk pertama kalinya masuk 3 besar dan langsung menyabet juara 1. Atau mungkin juga, karena hari ini kita semua jadi tau bahwa salah satu keluarga di angkatan kami ada yang sudah menikah. Wow kk wooww, kami sennaaang sekali.😀 National PLC Competition 2010 ini merupakan salah satu kepanitiaan yang tak terlupakan, dan hari ini kepanitiaan itu telah bubar. Walaupun diadakan pembubaran, itu tidak berarti apa-apa untukku.

Hanya maaf dengan tulus ikhlas yang ingin kusampaikan. Semoga kalian memaafkan aku. Tak kalah pentingnya, terima kasih telah mengajariku banyak hal. Mewarnai kisah hidupku, mengisi salah satu sudut sejarahku, dan menjadi bagian senyum serta tangisku. Terima kasih, kawan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s