Kisah Para Pejuang

Hidup, bagaikan sebuah kapal yang mengalir di atas samudera kehidupan. Adakalanya perjalanan itu menjadi mudah karena air yang tenang, langit yang cerah. Dan adakalanya pula perjalanan menjadi menyeramkan karena air yang berombak dan langit yang suram. Namun di sanalah makna kehidupan tersirat. Bahwa hidup tak selalu menyenangkan, dan tak juga selalu menyedihkan. Serta tak ada yang tahu kapan air yang tenang berganti ombak besar, yang siap menenggelamkan sang kapal jika tak kuat menahannya. Hal yang perlu dilakukan sang kapal hanyalah menjadi kapal yang kuat. Siaga di saat langit cerah, dan mampu bertahan di saat badai melanda.

Seringkali langit cerah itu melenakan. Di saat keadaan baik-baik dan aman saja, semua awaknya bersenda gurau. Menikmati nikmat-nikmat yang diberi. Melalaikan perihal-perihal kecil. Kapal terus berjalan mengikuti arus tanpa kendali. Membuat tak seorang awak pun sadar bahwa angin telah berbisik, “lihatlah, ombak yang amat besar tengah bersiap menelanmu.” Hingga ketika langit cerah tertutup awan kelabu, mereka berteriak dan saling menyalahkan. Mereka tahu tidak banyak pilihan yang mereka miliki. Hanya ada dua pilihan, mati atau tetap hidup.

Jika mereka memilih mati, dengan tidak mengerahkan sekuat tenaga yang dimiliki untuk melawan ombak, maka kematian pun tak segan menjemput. Tak beda dengan awak yang menceburkan diri ke laut, melarikan diri meninggalkan mereka yang berjuang. Ia pikir dengan terjun dan berenang ke tepi, ia akan selamat. Namun percayalah, ketidaksetiaan takkan berakhir kebahagiaan. Bahkan mungkin kematian yang lebih tragis sedang menyiapkan peti mati untuknya di dasar laut yang dingin, dan sepi.

Tapi tentu saja beda cerita dengan para pejuang yang siaga atau yang berjuang sekuat tenaga. Mengembangkan layar kapal selebarnya, membanting-banting setir untuk mencapai keseimbangan. Tak peduli sebesar apa ombak yang sedang menghadang, mereka terus bekerjasama. Mereka berbagi peran dan saling membantu. Mereka sadar mereka semua penting, karena itulah mereka bekerja sekuat tenaga dan sepenuh hati. Mereka sadar bahwa tanpa perannya, kapal ini dan awak lainnya akan tenggelam. Lebih dari itu, mereka tak takut mati. Mereka tak pernah takut gagal dan tenggelam, karena sesungguhnya mereka tak mati.

Pertolongan-Nya berbalut semangat pantang menyerah membuat mereka tak pernah mati. Membuat semangat mereka semakin menyala, memperbaiki kapal kembali, dan siap menantang ombak yang lebih tinggi. Para pejuang ini takkan puas dengan kebahagiaan-kebahagiaan semu yang melalaikan. Terus berjuang seakan abadi, tak lekang oleh waktu. Mereka selalu istimewa. Mereka selalu membuat para pecundang terkesima dan memaki. Namun menjadi inspirasi bagi para pejuang kemudian hari. Mengapa? Karena mereka sedikit jumlahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s