Tentang Kesempurnaan Ikhtiar

Kita tahu bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi keterkabulan keinginan kita. Yaitu niat, ikhtiar dan tawakkal. Ketiganya terkait satu sama lain. Ketika kita menyempurnakan keberadaan ketiganya, insyaAllah apapun kenyataan yang akan kita dapati, takkan membuat kita kecewa. Malah dapat semakin memperkuat iman di dalam hati.

Di antara ketiganya, adalah niat dan tawakkal yang tidak membutuhkan banyak effort. Namun karena keterkaitannya, maka sepanjang effort yang kita keluarkan dalam berikhtiar, kita perlu –bahkan harus- “mengecek ulang” niat. Apakah kita masih sedang berikhtiar di atas jalan yang benar? Dan apakah pula kita sedang mempersiapkan suatu kesempurnaan ibadah dan tawakkal?

Kemudian, adalah ikhtiar yang akan menguji niat, kesabaran, keteguhan, keikhlashan, serta kebenaran keputusan yang kita ambil. Ikhtiar dengan segala kebijakan Allah subhaanahu wa ta’ala akan menunjukkan seberapa tinggi keimanan kita kepada Allah. Seberapa yakin kita percaya pada Allah dan kalimat-kalimat-Nya. Yup, kita sedang membicarakan bab awal materi keislaman, yakni tauhidullah, yang mungkin sahabat-sahabat sudah khatam berkali-kali. Namun benarkah kita telah bertauhid dengan sebaik-baiknya tauhid kepada Allah?

Seringkali kita melihat atau mengalami fenomena yang membuat kita seolah tak dianggap oleh Allah SWT. Telah lelah kita bermunajat kepada Yang Maha Mendengar agar mendengarkan kita. Merayu kepada Sang Penyayang agar berkenan mengabulkan apa yang kita pintakan. Namun, keresahan hati yang tak terbendung akhirnya mampu meluluhlantakkan pilar-pilar husnudzon kepada Yang Maha Esa. Mengubah kita menjadi seorang agnostik, yang percaya keberadaan Tuhan, namun berprasangka bahwa Tuhan tak benar sekuat seperti yang Ia firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Na’udzubillahi mindzaalik.

Di sinilah kesempurnaan ikhtiar kita diuji. Apakah niat kita benar, dilakukan penuh kesabaran, keteguhan, keikhlashan dan kebenaran? Bagaimana agar kita menjalankan ikhtiar secara syumul, holistik dari segala segi ikhtiar. Yang saya alami, lebih mudah jika kita membagi ikhtiar menjadi tiga aspek, yaitu ikhtiar dalam menjaga sikap/tindakan, menjaga lisan, dan menjaga hati. Ikhtiar kita takkan sempurna apabila tidak memenuhi ketiga aspek ini. Dan mungkin saja setiap insan memiliki hambatan-hambatan tersendiri dalam menyempurnakan ikhtiarnya.

Baik menjaga tindakan, lisan, maupun hati, ketiganya memiliki level kesulitan masing-masing. Pun tergantung pada ujian yang sedang dihadapi. Ada yang mudah dalam menjaga sikap dan lisan, namun sulit sekali menjaga hati. Bisa jadi kebalikannya, serta berbagai probabilitas yang mungkin terjadi atas kombinasi ketiga aspek ikhtiar itu. Yang pasti, goal yang kita inginkan dalam berikhtiar adalah sempurna dalam ketiganya. Karena biasanya, pencapaian itupun tidak akan maksimal ketika ikhtiar yang kita lakukan pun tidak sempurna. Maka apabila dihadapkan pada sebuah hasil akhir yang tidak bersesuaian dengan keinginan kita, tinjaulah kelurusan niat, kesempurnaan ikhtiar (dan aspek-aspeknya) serta kesempunaan tawakkal. Jika kita sudah yakin dengan hal-hal tersebut, kemudian bersabarlah. Wallahu ‘alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s