Jangan Salahkan Medan

Benar-benar SATU JAM yang PADAT!

Jantung ini berdegup kencang tatkala bangkit dari tidur –bukan, lebih tepatnya ketiduran– selama 2 jam dan mendapati sekarang PUKUL 6! Terus kenapa mesti dagdigdug? Jaijalaaah, ini tugas yang sukses bikin gue baru bisa ketiduran jam 4 dini hari. Tugas dari mata kuliah Medan Elektromagnetik, atau yang akrab kami sapa “Medan”, dikumpul pada pagi yang cerah ini pukul 7. Entertaining, sir.

Segera gue tancap gas ke kamar mandi mengingat gue terkapar tepat setelah adzan shubuh. Stupid? Yah, lumayanlah. 6.14 AM. Tiba-tiba keingetan lagi ama tugas yang belum beres ini, tinggal satu anak dari salah satu nomer. Gue beresin sekarang gak ya? *bletak! Ada pilihan waktu lainkah? Oke, segera dikerjakan 6.21 AM.

Kalo gue mandi, namanya bunuh diri. Mending gue langsung ngampus sebelum penolakan dari bapak TU bikin gue keki mampus. Secepat kilat gue melanglang menuju luar gerbang  dan menghentikan (bukan menghentikan kayak Superman ya, biasa aja, cuman tunjukin jari telunjuk kok. #seluruhduniajugataunaaa’) angkot berwarna biru, yang mungkin menaikinya setiap adalah sebuah keniscayaan bagiku. Halah.

6.47 AM. Berlari mengejar waktu *tsah!, dan stuck di sebuah persimpangan padat merangkak bernama Dago. Oh d***! Dengan gaya sok paling sibuk dan khawatir, gue turun angkot dan segera membayar. Lebih baik mempercepat langkah dan mendapati angkot lain di depan, setelah stagnasi, pikirku. Sebenarnya hal ini bukan pula hal yang jarang kulakukan. Dan ya, ketika gue udah nyampe di belokan arus stagnasi *buset dah bahasa lo* gue TIDAK MENDAPATI ANGKOT BIRU LUCU LAINNYA! Aaaaaarrrggghh… Beberapa detik kemudian, gue mendapati angkot yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari angkotku sebelumnya pada arus stagnasi. Sabar.

Berharap angkot ini bergerak lebih cepat. Dengan karakteristik rata-rata mang angkot Bandung yang suka mengasumsikan bahwa kami adalah pindang, dengan seenak udel dia NGETEM! Yak, NGETEM SAUDARA-SAUDARA. Untung paksaan si mang angkot tak terelakkan oleh para calon penumpang, hingga mereka pun naik, angkot pun melaju kencang. Yiiiiha! (?)

6. 53 AM. Beberapa puluh meter sebelum gerbang belakang kampus. “Kiri, bang.” Waks?! Kenapa ada yang turun sih?? Ntar aja doooong abis gue turun… *emang angkot punya nenek lo?* Hmm, iya juga sih, sudahlah, ikhlash ane gan. Tapi yang bikin buete adalah, ternyata angkot gue sebelumnya telah tiba dengan manisnya di gerbang tujuan, MENDAHULUI GUE. Uhuks! Sedih.

Ah sudah sudah, no melancholic time for this morning. Lagi-lagi, sendal gunung yang kupasang dengan tak berperikesendalan membuatku agak sulit melangkah. Namun, injury time yang tinggal kurang dari 7 menit memaksa gue bergerak lebih gesit dan cepat. Eit eits eaaa. <___< Dan sangat tiba-tiba, BRUK! “Innalillaah.” Gue jatoh di tangga yang amat rendah dan lebar. GREAT! Segera berdiri, pasang muka lempeng, berjalan dengan normal kembali. Dalam hati, “Huuaaaa, lutut gue perih abis… T_T”

Ah, demi tugas Medan. Freakin Monday Morning udah kayak sesajen, yaudalah yang penting tugas terkumpul dan mimpi buruk pagi hari segera berakhir.  Pas ngumpulin, ajegile antrean kayak mau nonton Timnas. Tapi dengan PDnya gue nyelip dan nyelip dan ya! tandatangan di absen, memasukkan bundel tugas gue. Huaaaa, tegaleganyaa. Tapi, DUK! Aduh, pala gue kepentok jendela TU. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! CUKUP CUKUP! Udah, please, ini yang terakhir ya. Anggap aja jackpot setelah ngumpulin tugas dengan suksesnya. Alhamdulillaah.

Sekarang, pulang? YAIYALAH!! Ga usa pake nanya nape? Segera gue mencegat angkot keniscayaan gue. Penumpang sepi, jalanan sepi, angin semilir… Huaaa, semoga ga ada jackpot tambahan. Yang ada di kepala gue cuma, ni lutut bentuknya gimana ya? Perih banget ih. Huhuhu…

Macet dikit di dago, yauda sih, mau mang angkotnya ngetem juga gue pasrah kayaknya mah. Udah kehabisan tenaga untuk pagi ini. Kebayang, ntar jam 9 gue balik lagi ke kampus, ada kuliah KO, kontrol otomatik (apa otomatis ya? bodo ah :p)

Sampelah gue di surga dunia remaja: KOSAN! Aaaah, lagi-lagi lega. Satu hal yang akan gue lakukan setelah masuk kamar: mengabadikan pagi ini dalam tulisan dan gue posting di blog. Ahahaha, and here I am! With lutut yang diperban seadanya: tisu dibasahin pake air, trus gue iket pake jilbab. Hohoho, gue kreatif abis gak sih? Heeeeh, sekarang di penghujung cerita, then…

AAAAAAA!!!!! 8.16 AM!!! Ternyata jackpot bonus masih ada!!! Mamen, gue kuliah jam 9!!! Uda ya, gue nguli dulu. Belom mandi nih. Hahaha.

— ketololan di pagi hari yang gak ingin gue harap dateng lagi dalam hidup gue. DALAM BENTUK APAPUN! —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s