Muhasabah – Sajak Penghibur

Terkadang keterbatasan itu ada bukan untuk menyatakan ketidakmampuan, melainkan penegasan keterarahan. Ketika ada hal yang tidak kita dapati, mungkin itu karena Allah swt tahu bahwa hal tersebut beserta turunannya tak baik untuk kita. Atau ketika menyesal atas kelemahan kita, justru Allah swt sedang menunjukkan kekuatan kita di sisi yang lain.
~ ~ ~
Mungkin pada titik tertentu kita akan merasa diperlakukan tak adil. Namun, adakah adil itu harus sama? You’re dealing with Tuhan Yang Maha Adil. Pikir kembali berulang kali, ketika perasaan mendapat perlakuan tak adil itu terbersit.
~ ~ ~
Inilah rasanya berdiri di depan pintu yang tertutup, dan kuncinya entah ditelan siapa. Sakit, ketika dibalik pintu itu bersemayam mimpi dan capaian besar kita… Namun lebih menyakitkan lagi jika kejadian ini terjadi berulang-ulang karena diri kita sendiri!
~ ~ ~
Maka tekuk dan putarlah lehermu, tidaklah mata ini akan memandang kecuali pada pintu-pintu yang lebar terbuka. Pintu-pintu yang menunggu pahlawannya masuk dengan menggenggam keberanian, berjubah ketangguhan.
~ ~ ~
“Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”
~ ~ ~
Bangkit dan berdirilah, kumpulkan kembali serakan makna diri yang sempat tercerai. Cahaya Tuhan tak pernah padam untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya jalan mana yang membawa keberkahan. Bakar lagi sumbu perjuangan yang pernah membara, untuk capaian-capaian berbeda, dengan hati lega, ikhlas lillaahi ta’aala.
Mari maknai keberadaan diri, lihat lebih teliti, jangan bunuh jalan manfaat pemberian Ilahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s