C’est ma Vie!

Rabu, 15-01-2014 15:01 WIB at my Office, Jakarta Selatan.

 

Well. This is my favorite page as I can see my transformation and dreams as well. This is my third update (update pertama 17 Desember 2009, kedua 15 Juni 2010, dan hari ini adalah 15 Januari 2014), fyi now I am 23 years old. Wow, time has running so damn fast. Yeah we know, we will never notice that we are old already. But anyway.. Dua tulisan polos pada update pertama dan kedua page ini, bagi diriku sendiri, seperti tulisan anak kecil yang berlari semau jidatnya, sepolos kertas HVS, dan to be honest, mentah. Maaf ya little Ratna. I don’t mean a thing, it’s just an expression. At least, seharusnya kamu senang kalau kamu yang sekarang significantly different to who you were in term of mind frame. Sure, no longer a teenager, huh?!

Aku harus mengupdate perubahan diri selama 3,5 tahun dalam halaman ini? Bisa ampe banjir Jakarta surut kali ya baru beres. Jadi saya ambil poin-poin penting yang sudah terjadi sejak Juni 2010. Juni 2010 itu sekitar tingkat 2 akhir kuliah. Sampai saat ini, beberapa hal yang kusukai adalah:

1. Yes, I wrote a book sejak tanggal 7 bulan 7 jam 7 malam tahun 2010 dan rilis sekitar Juli 2011. Buku itu berjudul Supermuslimah, diterbitkan oleh Gamais Press. Buku tentang pengembangan diri selama seorang muslimah menjadi mahasiswi dan ingin berkarya dan bermanfaat!

2. Saya menemukan passion mendalam mengenai kebijakan energi yang membuat saya betah mendekam di divisi kebijakan publik di Kabinet KM-ITB selama kurang lebih 3 tahun. Berbagai tulisan, sosialisasi, diskusi, seminar, aksi jalanan, orasi, rapat dengar pendapat, judisial review, kumpul aktivis, dan sebagainya (beserta bumbu-bumbunya) adalah salah satu kenangan terhebat di kampus yang semangatnya mesti terpatri di jiwa saya hingga saya mati.

3. Saya lulus sesuai dengan rencana saya, alhamdulillaah, 6 April 2013 saya diwisuda di Sasana Budaya Ganesha. Sidang pada awal Maret 2013 dengan perjalanan yang amat dramatis, ngalah-ngalahin film India karena saya gak sempet nari-nari waktu itu. Well, selamat ya Ratna Nataliani, ST!

4. Ah iya, amanah luar biasa sebagai Koordinator FIM Regional Bandung (FIM Kece) mulai 31 Mei 2010 hingga 19 Mei 2013. Pembelajaran luar biasa dengan kawan-kawan seperjuangan yang luar biasa. Keluarga yang kupilih, begitulah Forum Indonesia Muda (FIM) bagi kami.🙂

5. Main-main bentar ke negara kompeni selama 4 hari 5 malam untuk mempresentasikan paper saya yang berjudul “Technology Sector Analysis of Knowledge-Based Regional Economic Development in Indonesia” pada acara International Conference on Indonesia Development 2013 di Den Haag, the Netherlands.

6. Just revealed my deepest engineering passion in Building Management System. Bergabung dengan sebuah perusahaan Prancis di Jakarta, yakni Green Building Indonesia Consultant sejak bulan Agustus 2013 sebagai Junior Project Manager. Perusahaan ini sangat menarik. Kapan-kapan saya buat note-nya sendiri deh.

7. Lulus sertifikasi sebagai Greenship Professional dan menjadi yang termuda! Apa itu? You can browse anyway😀

Wah ada tujuh, udah kayak acara On The Spot di T****TV yang kerjaannya nayangin ulang video youtube, yang mana kita gak tau itu hoax apa engga infonya. Iseng banget dah itu produser acaranya. #okeskip

Saat ini aku masih menikmati, bahkan sangat menikmati, pekerjaanku. Gak terasa sudah hampir setengah tahun aku bekerja di sini. Hubungan dengan keluarga, terutama Papa, aku rasa membaik. Meski belum signifikan. J’espère que je peux faire trop des choses à ma famille, mais je peux écouter que Mon Dieu m’a dit, “Be patient, My dear…”. Yes, I will.

So, in this third update, I really would like to suggest you to revise your dream board periodically. Ini yang kumaksud that the little Ratna terlihat mentah. Dari mimpi-mimpinya ketika itu, aku benar-benar bisa merasakan bahwa, “Bukan. Bukan itu Ratna.” Dan kini, bukan berarti these are my final dreams. I still can change it another time, but the difference is… Guess what? The important point is the visibility and feasibility. Warning! You’re going to read it, please kindly pray for it as well. You know that those angels are praying on you respectively after you pray me. Insyaa Allaah..

1. (1 tahun) Kerja di perusahaan konsultan sebagai Junior Project Manager. Biar tau lapangan.

2. (2 tahun) Kuliah S2 di Eropa. Admission udah dikirim, sedang tunggu hasil review. Mohon doanya🙂 Selama kuliah, aku ingin mampu menguasai minimal 5 bahasa asing.

3. (4 tahun) Kerja lagi di perusahaan konsultan, kali ini harus bisa (tentunya pula berkapasitas) menjadi Project Manager! Hmm kayaknya bakal balik ke Green Building. Liat aja deh kalo mereka bisa bantu provide scholarship, hehehe.

 4. (1 tahun) Kuliah S2 lagi ambil MBA, jika dibutuhkan. Pengen punya kemampuan, academically, demi keberhasilan my own company.

5. (after 8 years…) Start-up company yang bergerak di bidang sustainable living, terutama green building dan renewable energy. Bismillaah, harus bisa!!

Semoga hidup ini berarti, bermanfaat, dan mudah dipertanggungjawabkan kelak… Aamiiin yaa Rabb.

 

Anyway, di bawah ini dua tulisan update aku sebelumnya. See you another time, keep reading and sharing! :*

-RN-

 

Assalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakaatuh..

Namaku Ratna Nataliani. Lahir di Balikpapan, 25 Desember 1990 dinihari, di sebuah rumah bidan. Sekarang aku tinggal di Jl. RE Martadinata RT.16 No.2 Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah. Bersama seorang Nenek, seorang Tante kesatu dan suaminya (Paman kesatu), seorang Kakak laki-laki, seorang Kakak ipar perempuan, seorang Kakak perempuan, seorang Adik laki-laki, dan seorang keponakan laki-laki. Keluarga yang lain masih ada, Paman kedua dan istrinya (Tante kedua) serta anak laki-lakinya, tinggal di Perumahan Bhumi Nirwana KM 5,5. Paman ketiga dan istrinya (Tante ketiga) tinggal di Perumahan Daksa, Sepinggan Baru. Aku punya tetangga yang sangat dekat, Ibu dari keluarga itu aku panggil Mamak, dan anak laki-lakinya kupanggil Abang. Keluargaku, terutama aku, sangat dekat dengan keluarga itu. Dan aku pun sangat menyayangi mereka, tapi sekarang mereka sudah pindah ke daerah Manggar, jauh dari rumahku. Ada yang kurang? Ya, kedua orang yang paling kusayangi belum kusebutkan. Ibuku meninggal saat aku SD kelas II karena komplikasi, dan salah satu faktornya adalah kepergian Ayahku dengan istri barunya. Tapi faktor utamanya adalah Allah SWT, Dia-lah yang menentukan ajal setiap makhluk. Saat itu aku masih sangat kecil untuk mengerti, dan terlalu sedikit hal yang bisa kuingat tentang mereka berdua. Saat ini, aku dan keluarga masih menjalin silaturahim dengan keluarga Ayah, tapi dengan Ayah sendiri aku hanya bertemu sekitar 3 atau 4 kali sejak ia pergi. Dan pertemuan-pertemuan kami tidak pernah berkesan.

Dari umur 3,5 tahun, aku suka membaca. Yah, sebenarnya sih liat gambarnya aja. Dan mereka selalu menertawakanku saat aku memandang koran-koran itu terbalik. Namanya juga anak-anak. Mereka bilang aku anak yang hiperaktif dan banyak bertanya. Yang paling aku ingat, sekitar SD kelas I aku pernah ngotot kenapa kata “Sabtu” tidak ditulis “Saptu”? Kalo spellingnya “Sabtu” kan dibacanya “Sabetu”. Haha, konyol memang, tapi seisi rumah tidak ada yang bisa memuaskan pertanyaanku. Sejak SD aku ga pernah belajar, kenapa? Lagi-lagi karena jawaban orang seisi rumah tidak pernah memuaskanku tentang definisi belajar, mereka bilang, belajar itu membaca buku, kataku membaca ya membaca. Mereka bilang, belajar itu mengulang lagi apa yang telah kita pelajari di sekolah, kataku itu sih evaluasi. Akhirnya aku baru terpuaskan setelah mendapat jawaban dari guruku di SMP, kata beliau, belajar itu menambah pengetahuan. Singkat memang, tapi aku puas dengan jawaban ini.

Seperti anak-anak jaman dulu pada umumnya, aku mengawali kehidupan sekolah secara hukum di TK. Tepatnya TK Melati dekat rumah, memang bukan sekolah yang wah, tapi banyak kenangan yang tak terlupakan disana. SD juga begitu, lagi-lagi dekat rumah supaya tetap bisa dipantau dan ga buang-buang biaya. Soalnya waktu SD berangkatnya suka dianter terus pulangnya jalan kaki bareng-bareng temen. Jadi yang namanya teman deket rumah, ya itu teman dekatku. Beberapa teman yang sangat dekat denganku saat itu Bidayatul Hidayah (Hilda), Oktania Sintyani (Sintya), dan Rini Ernawati (Rini). Sintya adalah rival abadiku dalam hal akademik waktu SD. Bukan menyombong, tapi aku selalu ranking 1 dari kelas 1 SD sampai 6 di kelas. Kalau aku jatuh ke ranking 2, pasti yang nomer 1 Sintya, tapi itu hanya terjadi beberapa kali, Top Scorernya tetap aku ya Sin? Hehe. Pernah aku jatuh sekali ke ranking 3, itu karena aku sakit maag yang cukup parah saat kelas 4 SD sehingga aku perlu di rawat di sebuah Rumah Sakit waktu dekat Ulangan Umum. Kehidupan TK dan SD benar-benar menyenangkan!

Kehidupan SMP biasa saja. Tidak banyak yang menarik, tapi disini aku mulai mengumpulkan sahabat-sahabatku yang kusayangi. Di antaranya Nur Azizah Vidya (Jijah), Nurmalasari (Mala), Tinara Yuly Fitriayantri (Tintin), Meyga Fuspita (Meyga), Dwi Caesar Velayati (Vela), Yulinda Hastuti (Yoel), Novitka Hesti Normalita (Nopit), Firra Noor Nayana (Firra), Tuning Leinawati (Tuning), Henny Rizka Pratiwi (Henny), Karina Tri Saraswaty (Karin), dan Nurul Amalina Riesmhandani (Noe). Beberapa masih dekat sampai SMA, beberapa hilang kontak karena beda sekolah, ada juga yang keluar kota.

Kali ini agak beda. SMA itu cuman sekali, dan harus menjadi masa-masa yang “menyenangkan”. Itu asumsiku memasuki kehidupan SMA. Anda tidak akan percaya jika saya menceritakan kehidupan SMA saya saat anda melihat diri saya yang sekarang. Kecuali orang-orang yang sangat percaya bahwa Allah akan memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa-siapa yang Dia kehendaki. Saya bukan semacam anak DKM atau anak ESQ yang insya Allah hanif. Tapi di akhir kehidupan SMAku yang “menyenangkan”, Allah SWT memberiku nikmat yang tiada bandingannya, yaitu nikmat iman dan Islam yang sebenarnya. SMAku termasuk SMA favorit di Balikpapan, tapi secara singkat ga ada yang bisa aku banggain. Kelas 1 SMA aku cukup aktif di jalan, pacaran, dance, band, ekskul (basket, karate, badminton). Sampai disini, emang ga ada yang bisa dibanggain, kecuali satu hal, aku ikut mentoring.

Kelas 2 SMA untungnya aku bisa masuk IPA. Sebenarnya aku prefer jurusan bahasa, tapi karena peminatnya sedikit, di sekolahku ga ada jurusan bahasa. Ada sebuah geng terbesar di sekolah, namanya Maphia Phamily. Terdiri atas sekitar 30 orang dengan 4 orang anggota cewek, aku salah satunya. Geng ini seperti geng pada umumnya, suka jalan dan happy fun bareng, makan-makan, bolos bareng. Track record cukup buruk, tapi didalamnya ada sebuah ikatan kekeluargaan yang cukup terasa untuk beberapa orang. Sampai saat ini Maphia Phamily masih tetap ada. Malah salah satu anggotanya membuat brand distro dengan nama geng kami, cukup mengesankan. Hal yang paling tak terlupakan itu saat baju sekolah kami dibakar dan ditonton seluruh lapisan masyarakat sekolah di tengah lapangan. Alasannya sepele, kami membordir nama geng plus nick name kami masing-masing di baju seragam sekolah kami. Oia, waktu kelas 2 aku mendapatkan pialaku yang pertama. Juara I catur putri se-Balikpapan (seleksi Kejurda) sekaligus Hari Ulang Tahun PT. Sponsor yang ke-43. Seharusnya aku harus melanjutkan seleksi ke Melak, Kutai Kertanegara untuk Kejurda. Tetapi aku lebih memilih akademik, saat itu sudah mendekati kenaikan kelas 3 soalnya, dan aku ingin masuk ke Universitas yang baik. (Mulai sadar nih ceritanya…)

Kelas 3, rekonstruksi kehidupan mulai terjadi. Aku mulai meninggalkan kebiasaanku bersama teman-teman segengku dan beralih ke teman-teman di FKPM (Forum Keluarga Pelajar Muslim) Smanza. Disini aku mulai mengenal Islam, di samping mentoring yang alhamdulillah berjalan sangat baik. Saat itu statusku bukan anggota FKPM, melainkan simpatisan. Entah kenapa begitu, aku juga ga nggak ngerti. Birokrasi mungkin. Tapi ga apa-apa, aku yakin mereka telah melakukan hal ini sebelum aku melakukannya. Dan aku harap aku melakukannya hanya untuk mengharapkan kasih sayang-Nya dan keridhaan-Nya untukku hidup di Bumi-Nya. Selama di SMA, aku mengumpulkan lagi teman-teman tersayangku, diantaranya Nisa Rachmadina (Nisa), Novitka Hesti Normalita (Mpit), Yulinda Hastuti (Yoel), Firra Noor Nayana (Firra), Dwi Caesar Velayati (Vela), Retnovita Dwi Kartini (Ptonk), Nurul Mardhiah Diniy (Dhie-dhie), Mia Aryati Burhan (Mia), Shinta Perima Sari (Cetut), Rizqa Andari Putri (Julak), Cryssida Nur (Nenek), Kartika Wulandari Haskara Marlessy (Tika), Try Fadilah (Haw-haw), Miko Febritito Kenang (Miko), Andry Karisma (Ntunk), dan maaasih banyak lagi yang ga bisa aku sebutin satu-satu. But my best wishes are always be with you, friends.🙂

Sekarang aku adalah mahasiswi tingkat 2 jurusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan NIM 13308106. Bukan hal yang mudah masuk ke institut yang menurutku terbaik di Indonesia ini. Selain orang tua di rumah tidak mengizinkanku kuliah di Bandung pada awalnya, memang persaingan memasuki institut ini cukup ketat. Tapi karena Allah pemilik segala hati, orang tua pun mengizinkanku setelah aku diterima pada pilihan pertamaku di institut ini dengan jalur SNMPTN. Ini pertama kalinya aku ke Bandung, dan aku harus langsung tinggal disini. Banyak petualangan yang telah, sedang, dan akan aku alami. Berbagai suka serta duka cita yang tak terlupakan. Dan pastinya segudang mimpi yang sedang diusahakan untuk menjadi kenyataan. Sampai saat ini, aku terus ingin mengumpulkan sahabat-sahabat yang akan terus mewarnai kisah hidupku yang hitam-putih hingga berwarna. =)

Terlepas dari semua alur kehidupan itu, aku ingin sedikit bercerita tentang hal-hal ringan di diriku. Misalnya, aku adalah penggemar Persiba FC, Milan FC dan Chelsea FC (Soccer). Penggemar Gary Kasparov, Judit Polgar dan Alexandra Kosteniuk (Chess). Maria Sharapova (Wimbledon). Daniel Pedrosa (MotoGP). Kimi Raikkonen (F1). Etc.

Aku pendengar musik Sami Yusuf, Hadaad Alwi (Nasheed). Taylor Swift (Country). Britney Spears, Christina Aguilera, Westlife, M2M, Padi, Sheila On 7 (Pop). Pussycat Dolls, Cassie, Justin Timberlake, Danity Kane (R’nB). Dave Koz (Jazz). Blink182, Paramore, Good Charlotte, Simple Plan, My Chemical Romance, Dream Theatre  (Emo / Rock / Punk). Etc.


Kamis, 17 Desember 2009 pkl 13:55 WIB
Di kamar asrama, sambil menikmati sakit parathypus-nya.

to be continued…

Banyak pengalaman yang terjadi selepas tulisan saya sebelumnya. Salah satunya adalah dua buah training yang telah meluaskan wawasan saya bahwa hidup ini adalah kompetisi. Dimana banyak pesaing hebat bersiap menandingimu, dan aku pun selalu berusaha bersiap untuk jadi pemenang. Kedua training tersebut adalah National Leadership Youth Camp (NLYC) dan Forum Indonesia Muda (FIM) IX. Tidak ada yang salah untuk berkompetisi, inilah hidup. Jika kau lemah, maka kau kalah. Sebuah teori klasik tentang Seleksi Alam yang tentu saja tidak hanya berlaku di belantara.

Sedikit mengenai kehidupan sosial yang saya jalani. Beberapa waktu lalu, dengan sangat berat hati saya mengundurkan diri sebagai staf sektor Syi’ar dan Pelayanan Kampus (SPK) Gamais ITB. Saya tidak bisa mengatakan betapa sedihnya saya harus meninggalkan ranah itu dan berbalik kepada ranah yang berbeda. Sebenarnya, bukan karena jobdesc atau apapun yang saya lakukan di SPK. Tapi ini mengenai ukhuwah. Pernahkah kamu pergi ku suatu tempat dan kamu harus meninggalkan keluargamu yang amat kau cintai? Begitulah perasaanku saat ini. Air mata mengiringi kepindahanku meninggalkan Dwi Yoshafetri Yuna (Ocha), Lintang Wahyu Mukti (Lintang), Actarina Georgianti (Rina), Agung Wijaya Mitra Alam (Agung), Rizky Alfian Rizapahlevy (Rizky), M Kamal Muzakki (Kamal), Heru Suseno (Heru), dan Wisnu Hariyadi (Wisnu). Memang, officially namaku tidak tercantum dalam daftar Sektor Paling Keren itu, tapi aku terus berusaha agar dapat meluangkan waktu untuk bertemu mereka. Ikut-ikutan nimbrung syuraa’. Yah, walaupun mungkin kurang banyak berkontribusi, minimal dengan syuraa bareng mereka, suasana menjadi beda. Entahlah. Aku sangat merindukanmu, keluargaku. Dan aku tak pernah merasa kehilangan kalian.🙂

Pindah dari SPK, menuju Kementerian Kajian Strategis Kabinet KM ITB 2010/2011. Saat ini Presidennya adalah Herry Dharmawan. Di kementerian Kastrat, saya ditunjuk sebagai Manager SDM oleh Mbak Menteri Isan Najmi (Isan). Di sana pun saya menemukan banyak teman dan wajah-wajah baru. Saya juga bekerjasama dengan Silvia Rachmy (Silvi), Ramadhani Pratama Guna (Dhani), Budianto Ajie Nugroho (Budi), M Hasan Sirojuddiin (Hasan), dan Jalal Umaruddin (Jalal) di bawah Kementerian Koordinator Ridwan Aldilah (Ridwan yang pengen dipanggil Aldi, hohoo). Banyak hal yang saya pelajari di sini: substansial, nonsubstansial, maupun ruhiyahial (apa coba?). Yang pasti, kepindahan saya tak saya ragukan lagi. Berbekal pengalaman berorganisasi, bersosialisasi dan nekatisasi, maka saya bangga bisa menjadi bagian yang bisa memberi kontribusi –langsung maupun tak langsung– secara global, bukan hanya kepada cluster-cluster tertentu. Semoga kita bisa saling memberi manfaat ya, rekan-rekan. ^^

Okay, saat ini sedang terjadi kenaikan tingkat di kampus. And yeah, saya akan menjadi seorang mahasiswi tingkat tiga. Benar-benar gak kerasa. Beberapa waktu lagi saya akan mengalami suatu titik balik kehidupan, dimana saya harus mempersiapkannya sejak sekarang. Benar, hidup memang harus direncanakan. Jika tidak, kalian hanya sedang menghabiskan waktu untuk sesuatu yang worthless dan tidak memiliki arah serta motivasi. Untuk itu saya sedang berusaha mencatat capaian-capaian yang ingin saya dapatkan, insya Allah sesuai target (kalau bisa lebih cepat, lebih baik — ini bukan kampanye lho, kan udah lewat.. hehe..)

Targetan targetan itu antara lain:

1. Menjadi seorang entrepreneur sukses (0,5 tahun lagi)
Saya menganggap usia 20 tahun adalah usia dimana saya tidak lucu lagi jika harus terus meminta nafkah material kepada orang tua. Oleh karena itu, dengan adanya mimpi saya ini, saya pun mencanangkan program. Ratna Mandiri Finansial 2011. Aamiiin, doakan yaa. ^^

2. Menjadi Penulis Nasional (1-2 tahun lagi)
Entah itu sebagai cerpenis, esais, atau noveletis. Kalian akan melihat buku yang terbit dengan (salah satunya) adalah saya sebagai penulisnya.

3. Puteri Indonesia 2014 (4 tahun lagi)
Saya memiliki obsesi bahwa Beauty, Brain, Behaviour dapat dimiliki oleh setiap perempuan, dari kelompok manapun dan peran Puteri Indonesia atau semacamnya dapat dikontribusikan oleh siapapun. Di samping itu, ingin sekali meluruskan image seorang putra-putri negeri yang seharusnya. Ide ini diusulkan oleh seorang teman, tapi saya lupa, maaf.

4. Pemilik FO terbaik dan terbesar di Balikpapan (7 tahun lagi)
Hanya memanfaatkan keberadaan kampus saya, yaitu Bandung, yang terkenal dengan kemajuannya dibidang fashion.

5. Pemilik salon muslimah di Balikpapan (9 tahun lagi)
Sekedar follow up dari bisnis factory outlet yang berkembang pesat, maka mendirikan sebuah salon muslimah adalah mimpi yang saya ingin sekali wujudkan.

6. Pemilik sebuah pabrik solar cell terbesar dan tercanggih di dunia (20 tahun lagi)
Ketertarikan saya di bidang energi, khususnya energi alternatif, akan membuat saya betah berjam-jam bahkan berhari-hari meneliti benda-benda ini di laboratorium manapun.

7. Pemilik sebuah pembangkit listrik berbasis energi alternatif di Indonesia (20 tahun lagi)
Ini mimpi terbesar saya. Belum yakin betul energi mana yang akan saya geluti. Tapi di antaranya saya telah menjadikan solar cell, geothermal, dan laut sebagai nominator.

8. Mendirikan perguruan tinggi atau mengembangkan perguruan tinggi yang sudah ada agar lebih kompatibel di Balikpapan. (21 tahun lagi)
Dari dulu, kebanyakan lulusan SMA dan sederajat yang berpotensi di Balikpapan melanjut kuliahnya ke luar Balikpapan. Entah di ITB, UI, UGM, UB, UPN, ITS, UnHas, UnMul, dan sebagainya. Memang, belum ada kampus di Balikpapan yang katakanlah berakreditasi A++. Melihat lingkungan kerja yang amat kondusif, akan lebih baik lagi jika putra daerah dicetak dari Balikpapan sendiri. Agar akses ke perusahaannya juga lebih mudah. Lebih dari itu, semoga perguruan tinggi ini bisa bertaraf nasional bahkan internasional dan mampu menyaingi kampus-kampus besar di Indoensia.

9. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (22 tahun lagi)
Mungkin agak OOT alias out of topic, tapi ini obsesi saya sejak SD. Percaya? Percayalah. Sedikit bercerita ya. Ingat pelajaran IPS sejarah Indonesia waktu kelas 5 atau 6? Ya, saya sangat terinspirasi oleh seorang Adam Malik yang berbicara dengan berbagai bahasa saat konferensi zaman ASEAN mulai dibentuk. Atau saat KMB atau KAA ya? CMIIW. Nah, pada saat itu, beliau dapat berbicara dengan hampir semua delegasi negara dengan bahasa ibu si delegasi. Hal itu benar-benar impressed. Saya tidak ingat betul berapa bahasa, kalau tidak 5, ya 7 bahasa yang beliau kuasai. Benar-benar fasih. Oleh karena itu, untuk menjalin sebuah hubungan bilateral maupun multilateral dengan bangsa lain, sangat dianjurkan menguasai bahasa ibu mereka. Menurut saya, hal ini juga dapat menarik simpati mereka. Walaupun sudah ada bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, jadikanlah bahasa tersebut sebagai bahasa cadangan kalau-kalau kita tidak bisa berbahasa ibu lawan bicara kita. Hehehe. FYI, di samping memperlajari bahasa Inggris, Arab, Jepang, Jerman, dan China (insya Allah), saya juga suka sekali belajar bahasa Jawa, Minang, Sunda, Bugis, Aceh, dsb. Entahlah, Allah memberikan kesukaan bahasa kepada saya dan saya mensyukurinya, Insya Allah…

Oia, kemarin udah memasuki bulan Rajab. Dua bulan lagi Ramadhan datang. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua yaa. Rabbuna yubariklana fii rajabi wa sya’bani wa yubalighna ramadhoni. Allaahumma aamiiin. Barakallahu lakum wa barakallahu liy.. Semangat!

to be continued…

Selasa, 15 Juni 2010; 11.50 AM
di kamar asrama, lagi hujan deras.
akan bersiap-siap ke kampus untuk rapat mamet (materi-metode) OSKM 2010.  semangaaattt lalu berangkaaaattt!!! ;D

19 Comments

19 thoughts on “C’est ma Vie!

  1. assalamu alaykum..

    pertamax..

    salam kenal ukh.. sama -sama dari balikpapan (saya di daerah stal kuda).. sama-sama di FT.. cuman beda angkatan (sy seangkatan sama bos Rendy Saputra) dan beda SMA mungkin ya..

    kalau sempat main2 ke blog saya..🙂

    • wa’alaykumsalam warahmatullah wabarakatatuh.
      salam kenal juga kak.
      makasi dah komen pertama. blognya masih baru sih..
      ini kak aan yg anak material bukan?
      sip sip, blog sedang dijelajahi. hoho.

    • wa’alaykumussalam. haha, ah iya.. baru nyadar. (alesan aja nih biar ga ketauan umur sebenarnya, hehehe). okay.

  2. punya interest di bidang entrepreneur juga ya…
    wah wah baru sadar saya,, subhanallah udah jago politik, jago nulis, jago yang lain lagi
    perempuan multitalent nih..hehehe… pengen belajar blog na..

    • iya laah.. 9/10 pintu rizqi adalah dari berdagang.
      ajarin saya berentrepreneur yaa. hohoo..
      ente dah yang lebih expert nih.

      alhamdulillaah..
      ente berlebihan, bro. terlalu banyak kekurangan saya yang ditutupi-Nya.
      eh, blog saya termasuk monoton loh.
      kalo mau belajar nge-blog jangan ke saya, ke kak araf tuh.
      blognya warni warna pisan.

  3. Halo Ratna,Tulisan Anda bagus sekali. Mahasiswa ITB juga kan ? Wah🙂

    Jika berkenan meluangkan waktu dan pengalamannya, mohon bisa dibagi di web user generated http://www.masukitb.com.

    masukitb adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB.

    Kami berharap, Anda mau berbagi dengan pelajar dari seluruh Indonesia, yang berminat masuk ITB.

    Terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s